Dunia Anak

Inilah Penyebab Anak Dilarang Konsumsi Minuman Isotonik

Minuman isotonik memiliki rasa yang enak, tentunya orang pasti menyukainya termasuk anak-anak. Dan juga minuman ini dapat dengan mudah kita jumpai di supermarket atau warung-warung di sekitar kita, kebanyakan orangtua beranggapan bahwa itu hanya minuman biasa. Padahal minuman isotonik tidak boleh diberikan kepada anak-anak, Apa Penyebab Anak Dilarang Konsumsi Minuman Isotonik ?

Apa Yang Dimaksud Minuman Isotonik ?

Minuman isotonik atau biasa disebut minuman olahraga, diproduksi khusus untuk para atlet atau orang sedang berolahraga berat untuk memenuhi hidrasinya, tujuannya agar tidak mengalami dehidrasi setelah terlalu lama berolahraga. Minuman isotonik dijadikan suplemen khusus atlet untuk mengatasi masalah gizi dan fisiologi saat melakukan olahraga.

Mengandung elektrolit (natrium dan kalium) bermanfaat untuk mengganti elektrolit dan cairan yang hilang saat berolahraga. Elektrolit sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, menjadikan otot dapat bekerja dengan baik dan tidak cepat merasa lelah.

Tak hanya itu, juga terdapat kandungan karbohidrat (gula), perasa, dan kalori. Gula berfungsi untuk jadi sumber energi bagi tubuh yang hilang setelah berolahraga, dikarenakan mengandung gula, pasti minuman ini memiliki rasa manis, membuat anak-anak suka dengan minuman ini.

Hal Yang Menyebabkan Anak Dilarang Konsumsi Minuman Isotonik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa minuman isotonik sengaja di produksi khusus untuk para atlet atau orang yang sedang melakukan olahraga berat. Jadi anak-anak dilarang konsumsi minuman isotonik untuk alasan apapun, karena kandungan dalam minuman ini dapat memberi efek tidak sehat untuk kesehatan anak.

Kandungan dalam minuman isotonik

  1. Mengandung karbohidrat dalam jumlah yang terlalu tinggi

    Jika anak konsumsi minuman ini, akan menjadikan kalori dalam tubuh anak meningkat drastis. Hal ini akan membuat anak kelebihan asupan kalori, yang akan berdampak kenaikan berat badan yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan obesitas pada anak.

  2. Kandungan elektrolit yang tidak sesuai

    Tingginya kandungan elektrolit pada minuman isotonik sangat tidak sesuai dengan kebutuhan elektrolit anak. Karena asupan elektrolit anak sudah dipenuhi oleh makanan bergizi dan air putih itu sudah cukup.

  3. Adanya tambahan protein dan vitamin

    Minuman ini juga ada tambahan protein, yang berfungsi untuk mempercepat pemulihan otot sehabis berolahraga. Sedangkan anak-anak sudah cukup terpenuhi asupan proteinnya melalui makanan yang dikonsumsinya, jadi anak tidak lagi memerlukan protein tambahan dari minuman isotonik. ( Baca : Makanan Bergizi Untuk Kecerdasan Anak )

  4. Sifat asam yang tinggi dapat merusak gigi anak

    Kebanyakan minuman ini bersifat sifat asam dan ada juga yang mengandung asam sitrat (yang dapat merusak gigi). Maka minuman isotonik sangat tidak dianjurkan untuk anak, karena dapat menyebabkan kerusakan gigi pada anak.

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Close