Dunia Anak

Tidak Ada Salahnya Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini

Anak-anak jika belum mengalami masa pubertas memang tidak diwajibkan untuk berpuasa, tapi tidak ada salahnya jika kita sebagai orangtua melatih anak berpuasa sejak dini. Sehingga nanti jika ia sudah diwajibkan untuk puasa, dia sudah bisa menjalankan puasa dengan baik dan benar.

Makna Berpuasa

Sebelum Bunda mengajak anak berpuasa, pastinya harus tau dong makna puasa itu apa.

  1. Ibadah Istimewa Kepada Allah SWT
  2. Menahan Diri dari lapar dan haus, juga menahan amarah, nafsu, dan emosi.
  3. Dilakukan Oleh Orang-orang Tertentu, yaitu orang yang muslim, baligh, berakal, dan mampu
  4. Waktu Untuk Memperbanyak Amalan

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan saat melatih anak berpuasa? Pastikan kita fokus dulu pada kesiapan anak, kesampingkan hasil yang harus dicapainya saat pertama kali ia belajar berpuasa.

  1. Ceritakan apa saja makna puasa

    Langkah pertama yang harus Bunda lakukan yaitu, bercerita tentang makna berpuasa. Bunda bisa menceritakan dengan beragam cerita yang menarik, cerita tentang nabi Muhammad SAW saat berpuasa, atau bisa juga cerita tentang pengalaman Bunda saat belajar puasa dulu.

  2. Jelaskan padanya tentang pengertian puasa

    Karena anak memiliki sifat yang masih sangat labil, maka Bunda perlu mengingatkan sebelum hari puasa dimulai. Pakailah kata-kata yang mudah dipahami oleh anak, contohnya tidak boleh makan dan minum setelah adzan subuh hingga adzan magrib.

    Jelaskan juga apa saja kegiatan yang dilakukan saat berpuasa, sehingga anak dapat membayangkan hal tersebut. Buatlah momen puasa ini menjadi hal yang menyenangkan untuk anak. Dengan begitu, anak akan tertarik melakukan puasa.

  3. Tawarkan anak berpuasa

    Ketika anak sudah mulai memahami arti pengertian serta makna puasa, cobalah untuk menawarkan ia untuk belajar berpuasa. Bukan dengan memerintah, tetapi tawarkan sebagai sebuah aktivitas yang menyenangkan serta membanggakan. Dengan seperti itu, akan membuat dia tertantang untuk melakukan hal tersebut.

  4. Buat suasana agar menyenangkan

    Orangtua merupakan panutan anak, kita harus bisa memberi anak contoh yang baik. Contohnya, dengan memulai sahur yang menyenangkan, tidak terburu-buru. Perlihatkan sahur dengan gembira dan penuh syukur agar anak juga dapat menikmati sahur, dan tak melihat orangtuanya lesu.
    Saat berpuasa perlihatkan kepada anak jika, orangtuanya dapat melakukan aktivitas seperti biasa walaupun tidak makan dan minum. Dengan begitu anak akan mulai memahami.

  5. Sajikan makanan yang tepat

    Selanjutnya, dengan menyajikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan makanan yang disukai anak.
    Hal ini akan membuat anak lebih bersemangat, jika pada waktu sahur dan buka puasa tersedia menu favoritnya. ( Baca : 5 Resep Makanan Untuk Balita yang Tidak Membosankan )

  6. Beri penghargaan jika anak berhasil menjalankan ibadah puasa

    Mengajarkan anak agar ikut serta menjalankan ibadah puasa memang perlu. Tapi, memberikannya penghargaan juga sangat dibutuhkan. Penghargaan ini dapat berguna untuk, menumbuhkan semangat anak untuk selalu melakukan ibadah puasa selanjutnya.

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close