Dunia Anak

Tips Memilih Mainan Merangsang Kecerdasan Anak

Sebagai orangtua pasti kita ingin meberikan yang terbaik untuk anak, yaitu dengan memberikannya mainan. Tapi jangan asal pilih ya Bun, dalam memilih mainan untuk anak kita harus memperhatikan manfaat dari mainan tersebut. Karena ada beberapa mainan anak, ternyata malah berdampak buruk untuk tingkat kecerdasannya.

Hal itu jangan sampai terjadi ya Bunda, ada banyak kok mainan yang memiliki manfaat baik untuk anak. Mainan yang baik bersifat edukatif dan dapat merangsang kreativitas pada anak.

Baca juga : 10 Jenis Mainan Anak Berbahaya yang Sebaiknya Tidak dibeli

Tips Memilih Mainan Untuk Anak

Memberikan anak mainan tak harus mahal, tapi pilihlah mainan yang berguna untuk perkembangan otak anak.

  1. Awali dengan mainan sederhana

    Bunda bisa gunakan barang-barang di rumah untuk dijadikan mainan anak, contohnya buku tulis dan pensil warna. Biarkan anak berkreasi sesuka hatinya melalui coretan-coretan diatas kertas.

    Bisa juga menggunakan kertas lipat, Bunda bisa mencontohkan membuat bentuk dari kertas lipat, setelah itu biarkan berkreasi dengan kertas lipat tersebut, sediakan kertas lipat dengan berbagai macam warna agar lebih menarik perhatian anak.

  2. Pilih mainan yang melatih kreativitas anak

    Tips Memilih Mainan Merangsang Kecerdasan Anak
    permainan lego untuk merangsang kecerdasan otak anak

    Cara untuk mengembangkan kreativitas anak adalah dengan memberinya ruang bermain, Bunda bisa membelikannya mainan seperti lego, balok susun, bongkar pasang, puzzle, dan sebagainya.

    Dengan mainan tersebut, akan memberikan kebebasan pada anak untuk meluapkan kreativitasnya melalui mainan tersebut. Contohnya dengan menyusun balok susu menjadi rumah, menyusun lego menjadi robot, dll.

  3. Pilih Mainan yang dapat merangsang imajinasi

    Kebanyakan anak-anak akan senang bermain dengan imajinasinya, contohnya dia mendirikan tenda dengan selimut, atau bermain masak-masakan. Biarkan anak berkembang dengan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya.

    Meskipun rumah akkan sedikit berantakan, yang penting anak merasa nyaman dan tidak membahayakan dirinya.

  4. Bermain bersama teman di lingkungan sekitar

    Bermain diluar rumah, seperti berenang, bermain bola, bermain petak umpet, dan sebagainya. Bunda jangan melarang anak untuk bermain dengan temannya di sekitar rumah, biarkan dia berkembang, biarkan dia bersosialisasi bersama temannya. Yang perlu Bunda lakukan adalah tetap mengawasi dan beri dia pengarahan dengan baik.

  5. Bermain bersama Ayah dan Bunda

    Sesekali luangkanlah waktu Ayah dan Bunda untuk menemani anak bermain, entah membaca buku bersama, menonton bersama, bercanda bersama.

    Karena waktu bermain bersama orangtua akan mempererat ikatan batin dengan anak, dan komunikasi yang terjalin dengan baik antara anak dan orangtua sangat baik untuk perkembangan mental dan pembentukan karakternya.

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close